🌙4

780 Kata

Nadira mempercepat langkahnya agar segera sampai di rumah. Jantungnya benar -benar sedang berolah raga membuat dirinya kerepotan sendiri. Belum lagi napasnya sedikit terengah -engah karena ia tidak bernapas dengan baik. Pesona lelaki itu sungguh membuat Nadira tak bisa melupakan suara lembut mengucapkan salam dengan akhiran nama lengkapnya. "Waalaikumsalam Nadira ..." Perempuan mana yang tidak meleleh diperlakukan sebegitu manisnya. Apalagi Nadira adalah gadis yang haus akan kasih sayang sepeninggal Ayahnya. Nadira mmembuka pintu pagar dan segera masuk ke dalam rumah. Tepat saat itu adzan maghrib berkumandang. Ceklek ... Nadira membuka pintu rumahnya yang terlihat sepi. Lampu rumah juga belum di nyalakan. Kemana Mama Ayu berada? Padahal ini sudah pukul enam sore dan sudah waktunya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN