Dira mengerutkan keningnya hingga kedua alisnya saling bertaut. Hatinya masih memprediksi ini berita baik atau buruk baginya. Nadira bingung harus senang atau sedih mendengarnya. Atau jangan -jangan, berita ini hanya sebuah mimpi saja? Karena baru saja ia memuikirkan Rafly. "Sebentar. Dira masih belum bisa mencerna maksud Pak Ustad," ucap Dira agak gugup. "Besok aku akan menikahi kamu, Dira," ucap Rafly lebih lantang. "Be -besok? Me -menikah?" ucap Diraa mengulang lalu terkekeh sendiri. Lucu sekali rasanya. Ini hidup bukan suau permainan bukan. Rafly mengangguk mantap, "Iya besok saya akan menikahi kamu. Kamu mau kan?" Rafly berharap memnag Dira mau menerimanya. "Kak Angel?" ucap Dira lirih. "Siapa?" tanya Rafly memastikan. Suara Dira sedikit samar dan tidak terlalu bisa di dengar d

