POV REY Setelah kata sah itu terucap, dunia tidak langsung berubah menjadi lebih terang. Justru sebaliknya segala sesuatu terasa lebih sunyi. Aku duduk berhadapan dengan Lova, kini istriku secara hukum dan agama. Status yang sah. Ikatan yang nyata. Tapi jarak di antara kami … masih sama seperti sebelum akad. Bahkan mungkin lebih jauh, karena kini ada beban tanggung jawab yang menggantung di udara, berat dan tak terucap. Aku menyalami orang -orang satu per satu. Keluarga. Wali. Penghulu. Semua mengucapkan selamat dengan wajah lega, seolah sebuah masalah besar baru saja diselesaikan. Mereka tidak tahu atau tidak ingin tahu bahwa bagiku, ini bukan akhir dari masalah, melainkan awal dari konsekuensi. Lova menunduk hampir sepanjang waktu. Ia menjawab salam dengan sopan, tersenyum seperluny

