43

1159 Kata

POV Rey Aku terbangun bukan karena alarm. Aku terbangun karena… pinggangku protes. Sofa itu ternyata lebih cocok untuk pajangan daripada untuk manusia dewasa dengan tanggung jawab pernikahan. Aku membuka mata pelan -pelan, berusaha mengingat di mana aku berada. Oh. Benar. Aku suami orang sekarang. Aku menoleh ke arah ranjang. Lova masih tidur. Selimutnya menutup sampai d**a, posisinya menyamping ke arah tembok. Rambutnya sedikit berantakan bukan berantakan dramatis, tapi berantakan versi orang capek hidup. Aku berdiri pelan, berjinjit seperti maling niat baik, takut membangunkannya. Begitu kakiku menyentuh lantai, sofa berbunyi, krek. Aku mematung. Lova bergumam. Menggeliat sedikit. Tapi tidak bangun. Aku menghela napas lega, lalu melangkah keluar kamar. Di dapur, aku berdiri meman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN