Rapat fakultas biasanya membosankan. Topiknya itu- itu saja, akreditasi, jurnal, mahasiswa telat, dan AC ruang dosen yang selalu terlalu dingin atau terlalu panas, tidak pernah pas. Tapi hari ini? Rapat ini terasa seperti episode spesial. Aku baru duduk lima menit, kopi belum diminum, ketika Bu Ratna, dosen senior dengan kacamata setebal buku statistik, berdehem panjang. “Baik,” katanya sambil melipat tangan. “Sebelum kita bahas agenda utama… saya rasa ada isu kecil yang perlu kita luruskan.” Isu kecil. Aku hampir tersedak kopi. Semua mata langsung tertuju padaku. Pak Damar, dosen senior lain, menyeringai tipis. “Isu kecil tapi viral, Bu.” Beberapa dosen menahan senyum. Yang lain pura -pura buka laptop. Aku meletakkan cangkir. “Silakan.” Bu Ratna menatapku lurus. “Pak Rey. Kamp

