Lova awalnya tidak bilang apa-apa. Dia pikir itu biasa perut mengencang sebentar, lalu hilang. Braxton Hicks, begitu dr. Ratna pernah menjelaskan. Tubuh sedang latihan. Normal. Tapi yang kedua datang dua puluh menit kemudian. Lebih kencang dari yang pertama. Dan yang ketiga datang saat Lova sedang mencoba tidur lagi, cukup kuat untuk membuatnya menahan napas sebentar. Rey yang tidur di sebelahnya dengan posisi miring ke arah Lova seperti selalu, satu tangan di antara mereka langsung terbangun ketika merasakan istrinya bergerak. "Lova?" "Gak apa-apa." Lova berbicara terlalu cepat. Rey langsung duduk. "Perut?" Hening satu detik. "Kencang dikit." "Dari kapan?" "Tadi. Tapi udah reda ..." "Ini yang keberapa?" Lova melirik suaminya. Di kegelapan kamar, Rey sudah sepenuhnya terjaga. T

