60

1225 Kata

Ide itu datang dari Rey. Tentu saja. Sabtu pagi, masih jam delapan, Rey sudah duduk tegak di tepi tempat tidur dengan ponselnya di tangan dan ekspresi orang yang sedang menyelesaikan misi penting. Lova, yang masih setengah tidur di bawah selimut, membuka satu mata. "Mas ngapain?" "Riset." "Riset apa jam segini?" "Stroller." Rey tidak menoleh. "Ada tiga kandidat. Merk A ringan tapi roda kurang stabil di jalanan berbatu. Merk B kokoh tapi beratnya hampir delapan kilo. Merk C ini yang paling worth it menurut reviewnya, tapi warna pilihannya terbatas." Lova menutup matanya lagi. "Mas, Naira lahirnya masih empat bulan lagi." "Justru makanya sekarang. Supaya gak kehabisan." "Stroller bukan limited edition, Mas." "Tapi yang bagus cepat habis." Lova menarik selimut lebih tinggi. "Lima me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN