59

1933 Kata

Minggu ke- Dua Puluh. Setelah Pulang. Rumah terasa sama seperti biasanya sepatu Rey di depan pintu yang selalu sedikit miring ke kiri, aroma deterjen yang menempel di bantal sofa, suara kipas angin yang berputar pelan di pojok ruangan. Tapi hari ini rasanya berbeda. Lova tidak langsung masuk ke kamar. Dia berdiri sebentar di tengah ruang tamu, masih memegang foto USG itu, menatap sekeliling seperti sedang membayangkan sesuatu. Rey yang masuk dari belakang langsung menangkap ekspresi itu. "Lagi ngapain?" "Lagi bayangin," jawab Lova pelan. "Bayangin apa?" "Gimana rasanya kalau rumah ini ada Naira-nya." Rey diam. Dia meletakkan kunci dan tasnya di meja, lalu ikut berdiri di samping Lova. Menatap ruangan yang sama. Ruang tamu yang tidak terlalu besar. Sofa cokelat yang sudah agak kemp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN