Minggu ke -dua puluh. Ini adalah jadwal kontrol yang paling ditunggu -tunggu sejak awal kehamilan. Bukan hanya karena mereka akan melihat perkembangan si kecil yang sudah semakin besar, tapi karena di USG kali ini kalau posisi bayinya kooperatif mereka akhirnya bisa tahu. Laki-laki atau perempuan. Dan entah kenapa, fakta sederhana itu sudah berhasil membuat Rey tidak bisa tidur nyenyak sejak tiga hari lalu. "Mas mau yang mana?" tanya Lova iseng, pagi itu di meja makan sambil makan bubur. Rey mengangkat alis. "Maksudnya?" "Mau anak laki atau perempuan?" Rey menaruh sendoknya. Berpikir. Terlalu lama. "Dua-duanya bagus," jawabnya akhirnya. "Itu bukan jawaban." "Tapi itu jujur." Lova mengerutkan hidungnya. "Pasti diem-diem ada maunya." "Gak ada." "Mas ..." Rey menghela napas pendek

