23

772 Kata

Rey menatap Lova dengan lekat. Tangan Rey menarik tangan Lova. Namun Lova menepis dengan keras. "Ngapain Bapak pegang -pegang Lova!" ucap Lova sama sekali sangat tidak bersahabat sekali. "Lova ... Dengarkan saya dulu. Bagaimana kamu akan paham, kalau kamu saja tidak mau mendengarkan alasan saya ... " ucap Rey dengan raut wajah galau. Lova kembali menatap ke arah lain sambil mengumpat pelan, "Mendengarkan alasan? Huh ..." Suara Lova memang lirih tapi kalimatnya jelas terdengar sampai ditelinga Rey. "Maksud saya bukan alasan yang begitu. Tapi cetita versi saya ... " jelas Rey mencoba meluruskan. Lova sudah tidak percaya lagi dengan alasan apapun. Buktinya adalah malam ini. Lova benar -benar syiok. Pantas beberapa malam ini, mama dan papanya sering bercetita tentang pernikahan, cincin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN