Suasana meja makan di rumah Kyai Haidar nampak tenang dan sunyi. Rafly memang sangat pendiam dan tidak banyak bicara. Apalagi pikirannayaa terus melayang pada Nadira yang tiba -tiba saja keluar dari Masjid dan terlihat jelas tadi matanya memerah dan basah. Pasti Nadira menangis sepanjang jalan. "Raf? Kamu kenapa? Kok makannya kayak gak selera gitu? Makanan Umi gak enak?" tanya Aminah pada putranya. Setaip Ibu pasti tahu kalau anaknya sedang di landa kecemasan. "Em ... Enak kok Umi. Cuma lagi kurang nafsu makan aja. Nanti juga habis," jawab Rafly dengan sopan. "Ada apa, Raf? Ada masalah sama Pesantren Kilat?" tanya Kyai sambil mengunyah makanan di mulutnya. "Enggak ada masalah sama Pesantren Kilat, Bi, Ada masalah lain," jawab Rafly tetap tenang. "Apa itu?" tanya Umi Aminah yang palin

