Lova spontan menyentuh tangan Rey yang melingkar di perutnya. Ia memejamkan kedua matanya dan menikmati setiap kecupan lembut bibir Rey yang kini mulai menjelajah di leher mulusnya. Rasanya nikmat dan roh LOva seperti dibawa emlayang ke awan putih yang bersih tanpa noda. Seeprti inikah rasanya diciuma dibagian leher itu. Kenapa nikmat seklai? Kenapa candu? Kenapa tidak ingin berhenti? Satu desahan kecil dari bibir Lova pun lolos begitu saja, "Euh." Mendengar desahan lembut lolos dari bibir Lova. Hasrat Rey pun meningkat tajam. Ia semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Lova. Perlahan namun pasti, Rey menarik tubuh mungil sang istri ke raah tempat tidur dan menjatuhkan tubuh mereka di kasur. Rey setengah menindih Lova dan mencium bibir Lova dengan lembut. Gerakannya sedikit cepat dnega

