"Selamat pagi istriku ... " sapa Rey yang masuk ke dalam kamar dnegan sebuah nampan besra ditangannya. Lova yang baru saja terbangun dan semua nyawanya belum terkumpul begitu kaget melihat Rey yang sudah mendekati ranjang. Terpaksa ia bangun dan duduk sambil bersandar pada tumpukan bantal yang baru saja ia susun. Selimut putih masih menutup tubuh polos Lova. Ia memegang bagian atasnya agar tidak lepas. Walaupun semalaman Rey sudah melihat seluruh tubuh Lova sampai ke dalam -dalamnya. "Makan dulu yuk?" ajak Rey yang meletakkan nampan di nakas lalu ia duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah sayu Lova. Lova mengangguk dan tersenyum kecil pada Rey. "Kamu kayak gak semangat? Masih cape? Atau ada yang sakit?" tanya Rey lembut. "Cape dan sakit," jawab Lova lirih sambil menggigit bibir

