Senyuman Lova begitu lebar. Ia suka mendengarkan curhatan orang. Apalagi ini curhatan dari dosennya sendiri tentang kisah cintanya yang terputus. Rey masih memegang erat bundaran setir dan fokus menyetir dengan laju lambat. Hujan deras yang mengguyur jalanan membuat jarak pandang tidak bisa melihat ke arah yang jauh sekali. Rey mulai bercerita tentang dirinya. Entah kenapa, baru mengenal Lova, tapi rasanya seperti sudah kenal lama sekali. Gadis mungil itu cukup membuat Rey nyaman. "Kekasihku dulu selingkuh dengan sahabatku sendiri. Alasannya cukup membuat aku kaget," ucap Rey begitu lirih. "Kaget? Memang alasan putusnya apa?" tanya Lova semakin penasaran. Rey menoleh ke arah Lova dan tersenyum tipis, "Aku dibilang kurang peka, kurang romantis dan terlalu sibuk dengan buku." "Hah! Han

