9

1076 Kata

Kedia mata Lova membola dan menatap tajam ke arah asal suara. Ternyata sang Papa sudah berdiri tepat di depannya. Hanya terpaut beberapa jengkal saja. "Kamu sedang apa begitu? Lagi bertapa?" tanya Candra pada putri semata wayangnya. "Eung ... Baru anu Pa. Baru pulang ..." jawab Lova tergagap. Candra melihat ke arah depan melalui celah jendela yang tidak tertutup tirai. Ada sebuah mobil sport hitam parkir di depan rumahnya. Mesin mobil itu menyala tetapi tidak dilajukan hanay diam saja dengan mesin penghalau hujan bergerak di kaca untuk membuat kaca itu tetap terlihat jernih. "Itu siapa?" tanya Candra dnegan suara mengintimidasi. Lova melirik dan menoleh ke arah luar. Sh1t, batinnya di dalam hati. Kenapa Pak Rey masih di depan sih. Ini sih bisa menimbulkan kecurigaan Papa. Lova menggi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN