10

1012 Kata

Candra dan Rey nampak mudah akrab. Mereka tertawa bersama tanpa ada beban. Lova semakin kesal melihat itu semua. Ia pikir papanya bakal tidak suka pada Rey karena usianya sudah tua. Lova pun berdiri dan masuk ke dapur. Perutnya mulai lapar dan ia harus segera mencari sesuatu dari dalam. Asisten rumah tangganya, Bi Asih sedang mengangkat nampan berisi dua gelas minuman dan cemilan pisang goreng krispi yang masih panas. Lihat saja, asappnay masih mengepul diatas. Dan aromanya, janagn ditanya lagi. Sangat harum sekali. "Buat siapa Bi?" tanya Lova pura -pura. "Lho ... Kan buat calon suaminya mbak Lova ..." jawab Bi Asih dengan tenang tanpa ada ekspresi rasa bersalah sedikit pun diwajahnya. "Dih ... Itu dosen Lova, Bi. Awas lho, jangan bikin gosip yang enggak -enggak," ucap Lova kesal. "M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN