Valerie kesulitan dalam menelan salivanya sendiri. Lelaki ini, kenapa lebih nekat dari adiknya? "Kamu ingin memiliki pendamping hidup. Saya pun begitu," ujar Clark lagi dan membuat Valerie semakin panik tentunya. Ia sampai tidak bisa membedakan antara mimpi dan juga kenyataan. Hal ini terlalu mendadak. Hal ini tidak sampai di pikirannya. Valerie menelan pelan salivanya sendiri, lalu memejamkan mata dan menggeleng pelan. "Tunggu dulu. Kenapa jadi seperti ini, Pak??" tanya Valerie yang masih tidak percaya juga. "Kenapa? Kamu sudah memikirkan masa depan kan? Sudah ingin yang serius? Saya pun sama dan maaf, bila saya tidak bisa terlalu banyak berbasa basi. Bagi saya, mengenal keluarga itu perlu, demi kelancaran untuk kedepannya nanti. Benar bukan?" "Tapi, bukannya keluarga Bapak selalu men