46

1144 Kata

Denis mengerjapkan kedua matanya. Ia merasakan kepalanya pusing sekali. Kedua matanya mulai terbuka dan menatap ke segala arah. Plafon kayu dengan lampu tembak yang tak dinyalakan. Denis mengerutkan keningnya. Dalam hatinya bicara, ini dimana? Ia bangun dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang masih pening. Saat melihat ke bawah, Denis begitu kaget. Pakaian yang ia pakai sudah tak melekat di tubuhnya. Kini tubuh itu polos dan hanya memakai selimut putih menutup bagian perut ke bawah. "Sh1t!" teriak Denis dengan emosi tinggi. Ceklek ... Sukma masuk dengan piyama tipis tanpa memakai pakaian dalam. Dad4nya tidak begitu besar tapi ujung put1ngnya cukup menonjol dan nampak sekali sedang keras. "Kamu udah bangun, Denis? Hmmm ... Gimana tidurmu? Nyenyak?" ucap Sukma yang masuk ke dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN