Nayara sudah berada di Bandara. Mama Nayla dan Papa Utama sudah datang sejak satu jam yang lalu. Mereak tidak ingin terlambat menjemput Nayara. Saat pesawat yang ditumpangi Nayara sudah berhenti di Bandra. Papa Utama dan Mama Nayla pun langsung berdiri di dekat pintu keluar para penumpang dari penerbangan luar negeri. Dad4 Nayla bergemuruh keras sekali. Enam bulan lebih mereka tidak bertemu putri semata wayangnya dan jarang pula berkomunikasi. Nayara berjalan dengan langkah santai. Ia memaka tas selempang yang menutupi perutnya. Koper dan tas besar sudah ia tarik menggunakan troli. "Mama ... Papa ..." teriak Nayla dengan suara keras sambil berlarian ke arah Nayla yang juga menatap putrinya dengan penuh rindu. "Sayang ... Itu Nayara," ucap Nayla pada Utama, suaminya. "Haii ... Nayara!

