Tubuh Denis sedikit mundur dan ciumannya terlepas dari bibir Nayara. Kedua mata Nayara yang terlihat indah terpoleh oleh eye shadow pun melotot tajam ke arah Denis. Bibir Nayara nampak bergetar. Jelas ia sangat marah sekali. Tiba -tiba saja dibawa di gudang lalu dicium. Hal buruk yang pernah dirasakan oleh Nayara. Ia dianggap wanita murah yang bisa diperlakukan secara semena -mena. Padahal, Nayara sennag bisa ketemu dnegan Denis kembali. Harusnya ia bahagia, tapi tidak begini caranya. Denis memiringkan wajahnya. Ia kembali mendekati Nayara. Kedua tangannya yang sempat memegang kedua pinggang langsung Nayara pun terlepas tadi. "Kenapa? Bukannay ini yang kamu cari?" ucap Denis sinis. "Apa maksud kamu, Pak Denis?" ucap Nayara emosi. "Nayara ... Aku mau minta maaf. Aku salah Nayara ..."

