Nayara sudah siap dengan kain panjan batik emas dengan kebaya merah marun yang lekukan tubuhya terlihat seperti biola tak berdawai. Baju hitam dan toga uga mulai dipasang di tubuh dan di atas kepala Nayara. Nayara begitu cantik sekali. Raut wajahnya benar -benar terlihatpuas dan bahagia. Pada akhirnya, ia bisa juga sampai di titik ini. Banyak ujian dan butuh perjuangan. Belum lagi ada hal yang harus dikorbankan. Tetapi Nayara tetap berjuang untuk kebahagiaan kedua orang tuanya, untuk Kakek Mahesa dan sekarang untuk putranya Dendra. Sandal sepatu arna silvel dengan variasi blink -blink yang semakin mempercantik kaki jenjang Nayara pun sudah terpasang. Ia berputra bagai model peragaan pakaian wisuda di depan kaca rias hotel yang sudah tiga malam ini ia tempati. Nayla juga sudah menggan

