57

1010 Kata

"Nayara langsung berangkat sekarang ya. Buru -buru," ucap Nayara cepat. Ia tidak mau, Mama dan Papnya curiga soal ini. Nayara berbalik dan Utama langsung menarik tangan Nayara dengan cepat hingga Nayara berbalik dan berdiri tepat di depan Utama. "Kenapa gak jawab?" tanay Utama begitu tegas. Suaranya terdengar mencekam sekali. Wajahnay sangat garang bagai elang yang ingin menerkam Nayara. "Pa ... Papa ... Naya mau berangkat kerja," ucap Nayara terbata. "Jawab dulu. Kenapa itu basah?!" ucap Utama dengan galak. Nayla memilih diam. Kalau Utama sudah bertindak. Ia tidak bisa berbuat apa -apa. Membela putri semata wayangnya pun tidak mampu. Nayla masih terdiam di tempatnya dan menatap dad4 Nayara yang semakin basah. "Ka -kamu sakit Naya?" tanya Nayla dengan cepat. Utama menoleh ke arah N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN