Naya tidak tahu, harus kemana ia sekarang sepagi ini. Mau ke kantin, tapi malas karena jalannya cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Mau ke perpustakaan, ini masih pagi banget, nanti dikira mau ngadem. Kalau ke ruangan laboratorium internet juga biasanya masih dipakai untuk kelas reguler. Kakinya melangkah ke arah tangga untuk turun. Sepertinya ia mending pulang ke kosnya. Ia bisa berbaring seharian disana. TING! Satu pesan singkat masuk ke dalam ponselnya. Namun, Naya tidak peduli dengan itu. Ia tahu, pasti yang mengirimkan pesan adalah Denis. Lelaki tua itu pasti merajuk. Menyebalkan sekali, dengus Naya yang tetap berjalan menuju lobi kampus dan keluar menuju jalan raya lalu berbelok masuk gang agar cepat sampai di kosnya. Ia masuk ke dalam dan langsung naik ke atas menuju ka

