20

1028 Kata

Seharian ini, Denis sedang tidak mood karena ia tidak mendapatkan kabar tentang Nayara. Entah dimana sekarang keberadaan istri sirinya itu. Kelas siang pun, diketahui, Nayara absen. Ponselnya berdering jika ditelepon tetapi tidak diangkat. Pesan singkatnya juga masuk tetapi tidak satu pun di baca apalagi berharap untuk dibalas. Tubuh Denis bersandar di sandaran kursi kerjanya. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Awan terang mulai meredup dan sebentar lagi langit senja akan berganti malam. "Kamu dimana Nayara? Setidaknya kamu baca pesanku itu dan kamu balas. Agar aku tidak khawatir," desisnya pelan. Denis memasukkan laptop ke dalam tas ranselnya dan ia gendong di belakang. Sepertinya, ia harus mendatangi kos Nayara. Ia yakin sekali, Nayara ada disana. *** Naya menguap dengan leba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN