Makanan pesanan Naya belum juga datang. Tapi, dari bawah ada yang memanggil Naya dan katanya ada tamu. "Naya ... Ada tamu ..." teriak teman kosnya dari bawah. Naya dan Gia saling berpandangan. Tak biasanya Naya mendapatkan tamu. Siapa dia? "Tamu? Supir kamu, Nay? Jemput pulang?" tanya Gia mencecar pertanyaan kepada Naya. Rasa ingin tahunya lebih besar. Gia sangat tahu persis, Naya itu gadis yang seperti apa. Ia tidak memiliki teman yang dekat, karena musuhnya cukup banyak. Musuh yang iri dengan kelebihan Naya. Naya menggeelngkan kepalanya pelan, Gak ada janji buat jemput. Lagi pula, ini bukan weekend. Naya sendiri terus berpikir keras. Siapa yang datang ke kosnya. "Aku turun dulu, ya, Gi. Kamu tunggu disini," ucap Naya memutuskan. Naya penasaran siapa yang datang menjelang perganti

