Sepanjang perjalanan menuju Apartemen Denis, Perasaan Nayara tidak tenang. hatinya diliputi rasa cemas seolah ada hal buruk yang akan terjadi. Tapi apa? Padahal Naya sudah sering datang ke Apartemen itu dan tinggal dalam waktu yang lama. Tetapi kenapa hatinya cemas tak berkesudahan. Nayara sudah turun dari taksi online dan berjalan menuju lift. Ia sudah biasa masuk ke Apartemen ini dan beberapa orang juga mengenalnya dengan baik. Sapaan ramah dan senyuman manis pun membuat Nayara merasa masih berarti di tempat ini. Langkah Nayara begitu pelan tapi tegas mengarah unit kamar di lantai atas. Dan pada akhirnya, ia berhenti tepat di depan unit kamar Denis. Tangannya mengulur dan menekan bel unit apartemen itu. Ting Tong ... Suara bel dari arah luar membuat Denis tersenyum penuh arti. Si

