Nayara mengeser botol minuman alkhohol dan gelas yang sejak tadi dipakai untuk minum oleh Denis. Nayara tidak bisa kalau tidak peduli. Awalnya ia diamkan kenpaa hatinya malah semakin sesak melihat Denis yang semakin menadi -jadi ingin mabuk di depan Nayara. Apa ini salah satu bukti yang Denis katakan tadi. Separuh jiwanya hilang setelah Nayar pergi dari Apartemen ini. Lalu siapa yang harus disalahkan? Nayara? Sedangkan Denis saja tidak pernah ada kabar dan tidak pernah berusaha untuk memberikan kabar. Nayara pikir, Denis sudah bahagia dengan gadis pilhan Kaekknya yang sempat ia ceritakan awal mereka bersama. Denis masih menatap Nayara yang menggeser minuman itu dengan tatapan lekat dan tak lepas. Nayara melirik sekilas, ia sama sekali tidak takut, hanya saja risih. Denis terus menata

