Melihat Nayara memejamkan kedua matanya, Denis tesenyum lebar. Tangannya terus mengusap kepala Nayara dan Nayara begitu menikmatinya. Nayara sudah dewasa, ia baru mendapatkan perhatian dari seorang laki -laki dan hubungannya sudah SAH. Tidak ada salahnya bersentuhan. Denis mendekatkan wajahnya ke wajah Nayara yang duduk sedikit tegang. Perlahan tapi pasti, Denis mencium rambut Nayara. Ia menghirup wangi rambut Nayara beraroma stroberi. Enak sekali wangi itu. Seluruh tubuh Nayara bergetar hebat, tarikan napas Denis terasa menjalar sampai ke ubun -ubun Nayara. "Aku mencintaimu, Nayara ..." bisik Denis dengan suara desahan yang membuat kuping Nayara merinding setengah mati. Bukan marah, tapi Nayara suka. Syahwatnya naik diikuti aliran darah yang mengalir deras di dalam tubuh. Seketika

