Keadaan Nayara sudah membaik. Ia sudah bisa berdiri dan berjalan tanpa merasakan sakit lagi di bagian perut. Nayara juga sudah melihat bayinay dari balik kaca besar. Karena belum boleh menemui. I ahanay mengirimkan perlengkapan bayi dan s**u BBLR untuk menambah berat badan si bayi itu. "Mau kamu kasih anma siapa?" tanya Gia saat ikut melihat ke arah bayi Nayara. "Siapa ya?" ucap Nayara bingung. "Siapa? Coba cari dulu ..." ucap Gia lembut. "Dendra? Gimana? Bagus gak?" tanya Nayara sambil menatap bayi mungilnya yang sangat kecil sekali. "Bagus kok ... Kamu suka?" tanya Gia. "Hu um ... Dendra Mahesa ..." ucap Nayara pelan. "Bagus. Nama yang bagus banget. Aku suka ..." ucap Gia pada Nayara. Nayara menoleh ke arah Gia dan bicara lembut, "Benarkah? Bagus? Oke, aku akan panggil bayi mung

