Gia mengangguk, dia menerima lamaran Rama dan Rama tersenyum sennag sambil memeluk Gia. "Terima kasih Gia. Aku akan selalu setia dan menjadi laki -laki yang bertanggung jawab," bisik Rama pada Gia. Gia mengangguk kecil dan tersenyum pada Rama. Semoga saja, keputusannya ini benar. Gia melihat ketulusan Rama. Bukan tentang siapa Rama atau bagaiaman kehidupannya, tapi sebuah komitmen. Gia berharap, Rama bisa membawa dirinya dan ibunya menuju kehidupan yang lebih baik tanpa ada kekurangan seperti yang ia rsakan selama ini. "Kak Rama ..." ucap Gia lirih. "Iya ... " jawab Rama singkat. "Aku hanay hidup berdua dengan ibuku yang sudah tua renta. Beliau tinggal di Kmapung," jelas Gia lagi. "Benarkah? Ayah kamu?" tanya Rama lagi. "Aku tidak pernah tahu soal Ayahku. Ibuku juga tidak pernah be

