Pagi itu, Nayara ikut Denis ke rumah yang berada di samping rumah Kepala Desa Sastra. Tempat dimana Denis tinggal selama ini. Nayara tak berkedip saat masuk ke dalam. Rumah ini nampak kecil dari luar, ternyata sangat luas sekali di dalam. Gaya rumah sederhana yang unik tempo dulu. "Duduk saja. Rumah ini hanya aku yang tinggal," titah Denis yang langsung mendekati kulkas dan membukanya lalu mengambil sesuatu dari dalam sana. Denis kembali lagi dengan satu botol jus buah naga dan satu kotak berisi alpukat potong. "Dimakan, sehat untuk kamu dan bayi kita," titah Denis. Nayara mengangguk kecil dan mulai menikmati apa yang disediakan oleh Denis. Kebetulan suhu tubuhnya sudah mulai panas akibat pembakaran berolah raga tadi. Jadi rasa lapar dan haus sudah mulai terasa. *** Dua minggu berla

