Jantung Denis berdegup dengan keras saat pesawat mulai turun di Bandara tujuan. Denis menatap langit yang menggelap dengan lampu -lampu di setiapo sudut Kota yang menyala terang. Sangat indah sekali. Denis jadi ingat masa kecilnya dulu, saat ia dibawa Kakek Mahendra pertama kali naik pesawat. Ia paling senang duduk di bagian ujung dekat jendela. Walaupun suaranya paling bising, apalagi kalau dekat dengan baling -baling yang menggerakkan peswat tetap saja, denis sennag. Ia bisa melihat pemandangan dunia yang indah. Laut, langit, kota di suatu negara. Semua keindahan itu adalah anugerah yang harus disyukuri. Kembali ke Nayara. Tidak ada waktu lagi untuk mengingat masa kecilnya dulu. Sekarang fokus pada Nayara Prameswari dan putra pertama mereka. Kalau memiliki Nayara adalah sebuah anuger

