80

1008 Kata

Orang pertama yang Utama temui tentu saja, Nayla, istri yang paling ia cintai seumur hidup. Utama duduk di kursi kantin sambil mengetuk -ngetukkan buku jarinya di meja. Di sampingnya ada secangkir kopi yang ia pesan sejak dari tadi. Sudah pasti, kopi itu mulai dingin dan bakal terasa pahit. Punggung Utama bersandar di sandaran kursi. Tatapannay terus ke arah meja yang sama sekali tidak ada coraknya itu. Entah apa yang Utama lihat pada meja itu. Pikirannya terus melayang dan otaknya berisik sekali dipenuhi dengan berbagai pertanyaan dan pernyataan yang sangat menjengkelkan sekali. Utama baru saja datang dan langsung ke rumah skait. Tadi ia bertemu dengan Nayla di selasar rumah sakit saat Nayla akan balik ke kamar dan Utama memang sedang mencari istrinya. Kebetulan sekali, bukan? Saat m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN