7

513 Kata

Rangkaian acara pernikahan siri itu sudah selesai dilaksanakan. Ketiga lelaki paruh baya juga sudah pamit pulang setelah menerima amplop dari Kyai sepuh dan mengucapkan selamat kepada Denis dan Nayara. Kini giliran Denis yang dipanggil secara khusus oleh Kyai sepuh ke dalam. Ada hal yang ingin dibicarakan dengan Denis. Naya duduk sendiri di kursi kayu yang kokoh. Tatapannya masih terus lekat pada cincin pernikahan yang kini melingkari di jari manisnya. Entah bagaimana nanti ia menjelaskan pada kedua orang tuanya soal pernikahan siri ini. Apalagi orang tuanya tahu kalau Naya sedang mengandung. Apakah namanya akan dicoret dari daftar kartu keluarga Mahesa? Entahlah, Nayara sedang tidak ingin pusing dengan masalah ini. Ia lebih pusing denagn kegiatan semester depan yang seharusnya menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN