73. Pak Danu

2010 Kata

Ternyata tak semengerikan yang kubayangkan. Sambutan Pak Danu dan Bu Rara cukup hangat ketika aku datang. Ya, sekalipun aku tetap berdebar bukan main karena pertemuan kami kali ini untuk sebuah hal yang sangat serius. Kalau diingat lagi, peningkatannya sangat signifikan. Bayangkan saja, pertemuan pertamaku dengan Bu Rara berlangsung di taman karena tak direncankan, tetapi pertemuan kedua langsung seperti ini. Bu Rara mungkin tak menyangka sama sekali kalau hari ini akan terjadi. Perempuan yang beliau bercandai akan dicemburui, malah kini datang dalam rangka memperkenalkan diri sebagai bakal calon menantu. Agak lucu, tetapi memang itulah yang terjadi. Awal-awal aku datang, semua obrolan masih basa-basi semata. Pak Danu kembali membahas soal akademik yang pernah kami singgung saat di kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN