72. Misi Dimulai

2052 Kata

Tiba-tiba sekali, aku merasa seperti sedang disidang. Kini, aku, Mas Rivan, dan Nafi sudah duduk di kedai kopi mungil yang letaknya hanya kisaran seratus meter dari kos. Aku dan Nafi berhadapan, sementara aku dan Mas Rivan bersebelahan. Sejak tadi tangan Mas Rivan terus menggenggam tanganku. Tidak, dia jelas tidak takut dengan Nafi, melainkan dia juga sedang menunggu penjelasanku tentang sejak kapan Nafi tahu hubungan kami. Sepertinya, Mas Rivan agak kesal karena aku tidak memberi tahu soal ini. Mungkin saja dia malu, atau mungkin saja dia hanya kesal karena aku tidak jujur. Dia mengira hanya Mas Kian-lah yang tahu, tetapi ternyata ada orang lain. “J-jadi, aku harus ngomong yang m-mana dulu?” aku meringis. Aku juga tidak tahu kenapa kalimatku mendadak terbata. “Aku dulu, Mil.” Mas Riva

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN