Rasa sakit yang menjelar di kakinya cukup membuat cenat-cenut. Mawar merasa tidak sanggup untuk berdiri, sebelumnya keseleo dan sekarang bertambah sakit karena duduk bersimpuh. Ali mau tidak mau harus membantu Mawar untuk berdiri dan menggendongnya kembali ke kamar. "Hati-hati, Ali! Jangan berbuat macam-macam! Ia sedang lelakon dan sudah bersih!" "Baik, Aki! Aku tidak pernag punya pikiran untuk melakukan macam-macam!" "Tapi pikiranmu tidak bisa berbohong, Ali!" Kalimat terakhir yang Aki lontarkan cukup membuat Ali diam seribu bahasa. Ia tak mampu lagi untuk menjawab karena memang sebelumnya, sempat memiliki pikiran macam-macam. Itu semua karena melihat tubuh Mawar yang terlalu indah dan aduhai. Tapi, setelah memastikan bahwa Mawar tetap pada pendiriannya, Ali membuang semua pikiran bu