Prolog

222 Kata
“Ahh..” Mikaela terhenyak kala pria yang tengah menguasainya, menyentak dalam, mengirimkan kehangatan menggelitik yang baru pertama kali ia rasakan sepanjang dua puluh delapan tahun kehidupannya. Dua puluh delapan tahun yang murni itu, kini telah ternoda, ditangan seorang pria yang tak seharusnya menarik dirinya naik, ke atas sebuah ranjang hotel, tempat keduanya menginap. Musim dingin Shanghai tampaknya membekukan kewarasan Mikaela sehingga ia begitu mudah terbujuk oleh sentuhan pria yang sampai detik ini pun, masih enggan untuk melepaskan dirinya dari kungkungan kekekaran tubuh atletisnya. “I want it more, Mik. Saya masih menginginkan kamu.” Hembusan panas menyapu daun telinga Mikaela. Tubuhnya meremang bersama dengan datangnya gelenyar aneh yang kembali ia rasakan, tepat setelah pria itu memacu lembut dirinya dalam sesi kedua mereka. “Pak..” Arkanu, pria yang tak lain merupakan atasan Mikaela itu, mengerang. “Ssst, don’t say no, Baby.. Seperti halnya saya, saya tahu kalau kamu juga menyukainya. Nikmati saja, because doing it again won't change the fact that you already mine.” Mikaela pun takluk. Sepanjang malam, atasannya itu memuji tentang betapa indahnya Mikaela yang tampak begitu menawan dibawah pusat kendali dirinya. Lalu, ketika pagi menyapa, seluruh kehangatan yang menyebar ke dalam diri Mikaela, berubah menjadi dentingan notifikasi pada akun bank pribadinya. “Bonus untuk kamu. Akan saya tambahkan nanti saat kamu gajian.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN