36. Pria Pengendali

1640 Kata

“Sudah?” tanya Yudistira saat Kirana keluar dari toilet, sudah mengenakan pakaian lengkap dan rapi. Kirana mengangguk pelan. Yudistira bangkit dari sofa, mengambil tas selempang Kirana, dan menyerahkannya pada gadis itu. Mereka berjalan keluar dari ruangan—Yudistira memimpin, Kirana mengikuti dari belakang. Lantai delapan hampir sepi, hanya diselingi suara mesin pendingin dan lampu-lampu kubikel yang masih menyala untuk para pegawai lembur. Saat mendekati lift, mereka berpapasan dengan Maya dan dua rekannya yang sedang bersiap pulang. Kirana langsung menunduk, rasa canggung menyergapnya. Maya adalah salah satu karyawan senior yang dikenal cukup vokal dan sangat tidak menyukainya. Lift eksekutif berdenting bersamaan dengan pintunya yang terbuka. Yudistira tanpa ragu menempatkan satu ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN