23

784 Kata

@ bandara....... Safira sedang menunggu pesawat yang akan membawanya pulang ke Indonesia. Di sebelahnya tampak seorang laki-laki tampan yang sedari tadi terus menggengam tangannya. Seakan-akan ia  tak ingin untuk berpisah. Suara pemberitahuan terdengar ketika pesawat yang akan Safira tumpangi akan segera berangkat. Safira pun bangkit dari duduknya dan bersiap untuk berangkat. Safira kembali menatap wajah Kafka yang pasti akan ia rindukan. Ia harus sedikit bersabar untuk bisa bertemu lagi dengan Kafka. Karena Kafka disini juga untuk menyelesaikan pekerjaannya. Safira ga mau suaminya dianggap tidak profesional dalam pekerjaannya. Jadi Safira akan sedikit mengalah untuk saat ini. Kafka tampak tidak rela di tinggal Safira. Karena ia benar-benar sudah sangat bergantung dengan wanita yang ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN