Elmira menatap Malik yang kini berdiri mematung sambil menatap layar ponselnya. Raut wajah suaminya berubah drastis—antara amarah, luka, dan kekecewaan. “Apa lagi itu?” Elmira berbisik, dadanya sesak. Malik tak menjawab. Ia hanya berbalik, menunjukkan layar ponselnya pada Elmira. Foto itu—Reno tampak seperti mencium tangan Elmira. Wajah Elmira memucat. “Bukan seperti itu—” “Tapi seperti apa, Mira?” suara Malik pecah, lebih nyaring dari sebelumnya. “Aku berusaha percaya sama kamu. Aku berusaha ninggalin masa lalu, ninggalin semua rumor, semua fitnah… tapi justru kamu sendiri yang kasih celah buat aku ragu!” Elmira melangkah maju, mencoba mendekat. “Kamu harus percaya aku. Reno cuma… dia tiba-tiba datang, aku kaget. Aku bahkan nggak tahu siapa yang ambil foto itu—” “Tapi kamu nggak cer

