Bab 37

1160 Kata

Elmira berdiri terpaku di depan pintu kantor Malik setelah Reno pergi. Kata-kata Malik terus terngiang di kepalanya: “Aku nggak tahu lagi apakah aku masih bisa percaya…” Tangannya gemetar. Air mata sudah habis, yang tersisa hanya kehampaan. Tapi jauh di dalam hatinya, ada satu hal yang tak mau ia biarkan hancur: cintanya pada Malik. Malam itu, saat kembali ke rumah, Elmira menatap dirinya di cermin. Wajahnya pucat, matanya sembab. Tapi di balik itu, ada tekad yang perlahan tumbuh. “Kalau aku cuma diam, semua fitnah ini akan makin besar. Aku harus buktikan kebenaran. Kalau Malik nggak bisa percaya kata-kataku, biarlah dia percaya pada bukti.” Ia mengeluarkan ponsel, membuka pesan terakhir Reno yang sempat masuk. Ada satu detail yang membuatnya berhenti: Reno menulis sesuatu tentang “buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN