Malam itu, Elmira pulang dengan langkah berat. Di tangannya, ponsel yang menyimpan rekaman percakapan antara Surya dan Reno terasa seperti bom waktu. Ia tahu ini bisa menjadi kunci untuk membuka semua kebohongan. Tapi ada ketakutan besar: bagaimana kalau Malik menolaknya? Bagaimana kalau ia dianggap berbohong lagi? Ia mendapati Malik duduk di ruang kerja, menatap laptop dengan wajah serius. Cahaya layar memantul di mata suaminya yang tampak letih. Elmira berdiri di ambang pintu, menggenggam ponsel erat-erat. “Malik…” suaranya lirih. Malik menoleh, sedikit terkejut. “Kamu belum tidur?” Elmira menggeleng. Ia melangkah maju, hatinya berdegup kencang. “Aku… aku punya sesuatu yang harus kamu dengar.” Malik menutup laptopnya, memperhatikan istrinya dengan alis terangkat. “Sesuatu apa?” Elm

