Bab 26

1218 Kata

Liana hanya memejamkan matanya lagi. Tidak karena lelah, tapi karena kenyataan itu terlalu tajam untuk dilihat secara utuh. Selama seminggu setelah sadar, Liana tak pernah melihat sosok Virion. Ia dirawat, diberi makan, diawasi dokter, dan setiap keperluannya ditangani oleh para pelayan. Tapi kehadiran pria itu—yang dulu menguasai setiap langkah dan detaknya—hilang seolah ditarik paksa dari dunia yang kini terasa kosong. Ranjang ini terlalu luas. Heningnya terlalu menusuk. Setelah dinyatakan cukup sehat, Dona mengantarnya kembali ke kediaman utama Virion. Tapi suasananya berubah drastis. Para pelayan menghindari tatapannya. Langkah kaki mereka seakan menahan napas. Dan ketika pintu kamar utama terbuka lebar, bukan pelukan hangat atau senyum sinis yang menyambutnya—melainkan dingin yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN