"Kadang yang terindah tidak diciptakan untuk dimiliki. Tetapi hanya dipandang dari jauh, lalu di syukuri bahwa dia ada di sana untuk dikagumi dalam diam." ---- "Kak Ashraf sama Kak Rayhan kenapa? Kok tiba-tiba aja mampir ke kantor?" Setelah menyelesaikan rapat, Tiara buru-buru menghampiri Alinna. Asisten cantik itu memberi tahu atasannya kalau di ruangan sudah ada Rayhan dan Ashraf yang tengah menunggu. Karena bingung dan merasa tidak biasa, Alinna langsung gegas berjalan menuju ruangan. Dan benar, di sana sudah ada Rayhan dan Ashraf yang wajahnya terlihat sekali cemas, entah membawa berita penting apa kali ini. "Kamu baik-baik aja, kan?" Rayhan lantas bangkit lalu mendekati posisi Alinna. "Nggak ada yang telpon, sms, atau kirim teror semacamnya?" Alinna melongo. Ia memang tidak paha

