Mail mengusap kening Atha yang berkeringat. Dia terkekeh melihat wajah yang ada di bawah tubuhnya memerah. Mencium pipi chubby itu hingga sang empunya mendelik. "Turun, berat." ujar Atha merengek saat sesak mulai di rasakan nya. Mail menggeleng, "Masih anget ah." "Mali ish berat!" Mail menggulingkan tubuhnya membuat posisi mereka sekarang Atha yang berada di atas. Gesekan d**a mereka yang telanjang membuat keduanya berdesir. Atha menggeleng lalu memeluk Mail. Mail terkekeh mengusap punggung telanjang kekasihnya. Pertengkaran keduanya yang berakhir bergumul di ranjang memang hal yang mengasikan. Dasarnya Mail saja yang modus, tau-tau pakaian mereka sudah bertebaran. Atha bahkan kembali bolos dari kantor dan sekarang mereka ada di kamar hotel. "Btw kenapa Mama Lo sampai nampar Lo?" u

