Hello, Cinta 41

1730 Kata

"Bisa diem nggak sih?!" Sentak Atha kesal saat Mail memeluk pinggangnya dan dengan kurang ajar meremas dadanya. Atha benar-benar risih, mereka akan kedatangan orang tua Mail maka dari itu dia sedang memasak menu makan malam. Tapi sedari tadi Mail tidak diam, ada saja kelakuannya yang membuat Atha jengkel. Atha melayangkan sendok ke kepala kekasihnya itu. "Sakit Non." Mail meringis saat Atha memukul kepalanya dengan sendok. Nggak kira-kira mukulnya pake kekuatan dalam. "Ngeselin sih. Udah tahu waktunya mepet tapi liat masakannya belum ada yang jadi." Omel Atha sebal. Mail cemberut, dia menjauhkan diri lalu duduk di kursi meja makan. Matanya menatap punggung mungil itu. Mail cengengesan, sekarang dia tidak perlu lagi membayangkan tubuh Atha di bawahnya. Hanya perlu rayuan maut sediki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN