"Non, kok gua kirim pesan ke Lo cuman centang satu?" Mail berseteru di dalam kamar saat pesan miliknya belum centang dua sedari tadi. Atha yang mendengar itu meringis. Dia lupa jika sejak kemarin kontak Mail di blok olehnya. Safira menatap Atha yang terlihat gugup dan canggung. "Kamu blok Mail?" "Iya Bu." Safira mendengus, "Udah berapa kali saya bilang, panggil saya Mama." Atha menggaruk lengannya, "I-iya Ma." "Kenapa?" "Dia nyebeliin Ma." "Ayo cerita Mama pengen denger." Safira terlihat antusias akan mendengar cerita Atha. Atha bingung, apa dia cerita saja selama ini atas kelakuan putranya? Tapi nanti di kira Atha tukang ngadu. Eh seenggaknya nanti Ibunya Mail pasti akan mendukungnya dan slalu membantunya. Atha menghela napas lalu mengalirkan cerita tentang Sarah. Hanya ga

