97. Surat Peninggalan Abraham

1991 Kata

Vernon memejamkan mata sambil memegangi dadanya. Seolah ada bongkahan batu besar yang menimpa bagian itu, Vernon merasakan sakit yang tak terperi. Napasnya tersengal, seiring dengan hujan yang kini membasahi wajahnya. "Kakek." Irene mendekap tubuh senja itu. Tubuh ringkih yang seharusnya sedang menikmati masa tuanya dengan tenang itu nyatanya malah masih harus dihadapkan dengan kenyataan pelik yang membuat luka di hati berdarah-darah. "Apa ini merupakan sebuah hukuman dari Tuhan? Kakek pernah mencicipi dunia hitam saat Kakek muda, tapi hanya kurang lebih sepuluh tahun. Sisanya Kakek habiskan dengan bertaubat. Kakek berusaha memperbaiki semuanya dengan berbuat banyak kebaikan, tapi sepertinya itu masih belum cukup. Tuhan sedang menghukum Kakek, Nak." Irene merasakan tangan keriput pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN