Raiden terus memanyunkan bibirnya, duduk di tepi ranjang sambil melipat tangan di depan d**a. Kakinya dia goyangkan hingga menimbulkan suara ketukan ketika sepatunya beradu dengan ranjang. "Lho, anak Papi kok cemberut sih? Kenapa, heum?" Zayn mendekati putranya sambil melepas jasnya dan menaruhnya di kasur. "Rai mau mandi sama Papi, tapi nggak dikasih izin sama Mami." Bocah tampan itu mengadu pada ayahnya, matanya memerah menahan tangis. "Memang Mami bilang apa?" "Mami bilang Papi masih lama pulangnya." "Dan sekarang Papi sudah pulang, berhenti manyunnya, nanti jadi jelek lho. Ayo Papi mandiin," rayu Zayn. "Pasti nggak dibolehin lagi sama Mami." "Kenapa?" "Mami bilang Rai nggak boleh ganggu Papi karena Papi capek." "Papi nggak capek Sayang, ayo Papi mandiin. Jangan menangis!" Zayn

